Google Plus Resmi Ditutup, Berikut Alasannya!

538

Sosial media Google Plus ditutup

Jika anda merupakan salah satu pengguna layanan Google+ atau Google Plus, maka anda akan menyadari bahwa layanan sosial media buatan Google ini akan ditutup. Google Plus secara resmi ditutup mulai 2 April 2019 yang berarti anda tidak akan dapat menggunakannya lagi. Pemberitahuan mengenai penutupan Google+ sudah dikirim melalui email ke setiap pengguna. Selain itu, jika anda membuka website google plus, maka disana juga akan tertera informasi terkait penutupannya.

Bagi anda belum tahu, Google Plus sudah berkiprah selama 7 tahun lebih sejak dirilis pada tahun 2011. Pada awalnya, layanan sosial media ini cukup populer dengan adanya miliaran orang yang mendaftar. Namun, sangat disayangkan karena pada akhirnya pengguna terus menurun setiap tahunnya. Hingga pada akhirnya salah satu produk raksasa internet ini harus ditutup secara resmi di awal tahun 2019.

Namun, yang menjadi pertanyaan besar adalah mengapa perusahaan raksasa internet Google kembali menutup salah satu layanannya. Setelah sebelumnya Google menutup layanan pemendek URL Goo.gl, kini giliran Google Plus yang dihentikan. Tentu saja ada banyak pertimbangan yang telah difikirkan sebelum akhirnya memutuskan untuk menghentikan layanan ini.

Penyebab Google Plus Ditutup

Para pengguna internet tentu saja akan bertanya-tanya mengapa Google kembali menutup salah satu layanan sosial media yang dimilikinya. Meskipun tidak bisa dipungkiri bahwa Google Plus tidak sepopuler sosial media lain seperti facebook, twitter, instagram, dll. Tapi, tetap saja pengguna internet sudah pasti mengenal layanan keluaran raksasa internet ini.

Penyebab dan alasan Google+ ditutup

Oleh karena itu, pada artikel ini akan dibahas mengenai penyebab Google Plus ditutup yang hingga saat ini masih menjadi pertanyaan besar bagi beberapa pengguna internet. Sebenarnya, ada 3 penyebab utama dihentikannya Google+ dari dunia internet. Untuk lebih jelasnya silahkan simak penyebab penutupan Google Plus berikut ini.

1. Pengguna Google Plus Sangat Sedikit

Pada era digital seperti saat ini sebuah media sosial menghiasi sebagian besar aktifitas para pengguna gadget. Ada berbagai macam platform media sosial yang dapat anda gunakan untuk berinteraksi dengan orang lain di dunia maya. Salah satu media sosial yang dapat anda gunakan adalah Google Plus yang merupakan layanan medsos buatan Google.

Sayangnya, Google Plus sebagai media sosial tidak terlalu menarik bagi pengguna sehingga menjadi sepi pengguna. Tentu saja nyawa bagi sebuah platform media sosial adalah banyaknya pengguna aktif. Sebuah media sosial yang memiliki pengguna yang sedikit tentu saja tidak akan mendatangkan keuntungan apapun. Oleh karena pengguna yang sedikit tersebut sehingga Google Plus pada akhirnya ditutup.

2. Sesi Penggunaan Google Plus Sangat Singkat

Hal lain yang menjadi tolak ukur popularitas sebuah aplikasi sosial media seperti Google Plus adalah sesi penggunaannya. Sesi penggunaan adalah seberapa lama setiap pengguna menggunakan layanan Google Plus tersebut. Berdasarkan hasil laporan, ternyata diperoleh bahwa waktu kunjungan pengguna ke Google Plus sangat singkat.

Jika dibandingkan dengan aplikasi sosial media yang lain yang mampu menahan pengguna hingga berjam-jam pada setiap sesi, maka Google Plus sangat jauh ketinggalan. Rata-rata sesi yang berjalan pada kunjungan ke Google+ kurang dari dua detik. Anda mungkin bisa membayangkan apa yang dilakukan dalam waktu kurang dari dua detik. Mungkin saja itu hanya publisher yang membagikan tulisannya melalui Google Plus. Masalah inilah yang juga menjadi salah satu alasan Google Plus akhirnya berpamitan kepada pengguna alias ditutup.

3. Kebocoran Data Pengguna

Masalah lain yang menjadi penyebab ditutupnya Google Plus adalah terjadinya kebocoran data pengguna. Karena perkara ini merupakan masalah yang sangat serius dibanding dua masalah sebelumnya, maka dipastikan bahwa adanya kebocoran data pengguna yang menjadi penyebab utama Google Plus ditutup.

Sudah diketahui bersama bahwa Google Plus memberikan kebebasan kepada platform lain untuk mengakses beberapa data pengguna, namun tidak yang bersifat pribadi. Namun, yang menjadi masalah adalah ketika data yang tidak seharusnya diketahui publik justu bocor. Jumlahnya pun tidak main-main karena ada sekitar 500 ribu data pengguna yang bocor. Oleh karena itu, untuk lebih melindungi privasi pengguna layanan Google akhirnya layanan Google Plus ditutup.

Itulah beberapa alasan mengapa Google Plus akhirnya ditutup setelah tujuh tahun berkiprah. Jika dibandingkan dengan layanan Google lainnya yang sangat populer, Google Plus bisa dikatakan sangat jauh terkucilkan. Maka tidak heran kalau pengguna pada akhirnya harus mengucapkan selamat tinggal pada layanan sosial media buatan Google ini.

ARTIKEL TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here