Perbedaan Shared Hosting dan VPS yang Harus Anda Ketahui

0
124

Ini dia daftar perbedaan shared hosting dan VPS yang harus diketahui

Jika berbicara tentang pembuatan sebuah website, maka tentu anda sudah familiar dengan yang namanya hosting atau lebih tepatnya shared hosting. Namun, ada juga layanan lain yang fungsinya sama, sebagai server untuk website yang anda buat, yaitu VPS. Lalu, apakah perbedaan antara shared hosting dan VPS?.

Secara umum fungsi utama dari hosting biasa (shared hosting) dan VPS sama saja, yaitu sebagai server agar website anda bisa diakses secara online. Namun, meskipun memiliki kesamaan, tapi tentu saja ada beberapa perbedaan antara keduanya.

Jika anda berencana untuk membangun sebuah website, maka sangat penting untuk mengetahui perbedaan keduanya. Diharapkan setelah anda mengetahui perbedaan antara kedua layanan tersebut, bisa menentukan harus menggunakan yang mana. Oleh karena itu, pada artikel ini akan dijelaskan apa saja perbedaan antara hosting biasa dengan VPS. Serta, kekurangan dan kelebihan masing-masing layanan tersebut agar bisa disesuaikan dengan kebutuhan.

Apa Itu Shared Hosting dan VPS?

Shared hosting adalah sebuah layanan berupa tempat untuk menampung semua script dan file-file pendukung website agar website anda dapat diakses melalui internet. Jadi, anda bisa mengupload semua file serta database website anda ke sebuah hosting agar nantinya bisa online 24 jam dan bisa diakses dari mana saja.

Sementara VPS adalah sebuah layanan Komputer server virtual yang dapat anda kelola layaknya sebuah Komputer server yang utuh serta dapat juga dijadikan sebagai tempat penampungan file-file website anda. Dengan kata lain, sebuah VPS dapat melakukan semua fungsi yang dimiliki oleh hosting biasa, namun juga memiliki kemampuan yang lebih.

Apa Perbedaan Antara Shared Hosting dan VPS?

Agar server dapat membuat sebuah website menjadi online dan dapat diakses melalui internet, maka tentu memiliki komponen-komponen layaknya Komputer pada umumnya. Sebuah server tentunya memiliki sumber daya seperti CPU, RAM, serta penyimpanan agar dapat bekerja dan menjalankan program-program yang dibutuhkan untuk membuat website anda menjadi online.

Baca Juga : Tingkatkan Keamanan Website Anda dengan Memasang SSL

Yang membedakan antara shared hosting atau hosting biasa dengan VPS adalah hak penggunaan sumber daya tersebut. Pada shared hosting, hanya penyimpanan yang terpisah dari pengguna lain, sumber daya lain seperti CPU dan RAM digunakan bersama-sama. Sementara pada VPS, sumber daya seperti CPU, RAM, dan penyimpanan anda terpisah dari pengguna lain.

Misalnya, jika anda menyewa shared hosting dengan spesifikasi 2 core CPU dan 4 GB RAM, serta 10 GB penyimpanan. Penyimpanan 10 GB tersebut terpisah dengan pengguna lain dan hanya anda yang bisa gunakan. Namun, untuk 2 core CPU dan 4 GB RAM harus digunakan bersama-sama dengan pengguna lainnya.

Jadi jika ternyata ada 10 pengguna yang menggunakan layanan shared hosting yang sama dengan yang anda sewa, maka artinya sumber daya 2 core CPU dan 4 GB RAM tersebut harus menjalankan hingga 10 website.

Akibatnya, website anda bisa saja menjadi lemot meskipun sudah dioptimasi sedemikian rupa. Terlebih lagi jika ada pengguna lain yang memiliki website berat dan menggunakan banyak sumber daya, maka website anda juga akan merasakan dampaknya.

Sementara jika anda menggunakan VPS, maka hal seperti itu tidak akan terjadi. Misalnya, jika anda menyewa sebuah VPS 2 core CPU, 4 GB RAM, dan 25 GB penyimpanan. Semua sumber daya tersebut akan terpisah dan tidak berbagi dengan pengguna lain. Artinya, hanya anda yang bisa menggunakan sumber daya 2 core CPU, 4 GB RAM, dan 25 GB penyimpanan tersebut.

Analoginya adalah, jika anda menyewa sebuah shared hosting maka diibaratkan seperti menyewa sebuah kamar kos dengan WC, dapur, parkiran, dan meteran listrik berada di luar serta digunakan bersama-sama. Sementara jika anda menggunakan VPS, maka diibaratkan seperti menyewa rumah kontrakan petak yang memiliki WC, dapur, parkiran, dan meteran listrik pada masing-masing kontrakan sehingga terpisah dengan penghuni kontrakan lain.

Baca Juga : Cara Menyimpan Halaman Web di Chrome Untuk Dibaca Offline

Penghuni kamar kos tentunya harus antri saat hendak menggunakan WC atau dapur, dempet-dempetan saat memarkir kendaraan, dan jika ada yang kelebihan beban listrik maka listrik bisa padam dan dirasakan semua penghuni kamar yang lain. Sementara penghuni kontrakan petak tentu tidak mengalami semua itu, karena WC, dapur, parkiran hingga meteran listrik hanya digunakan sendiri.

Kelebihan dan Kekurangan Masing-Masing

Meskipun kelihatannya VPS lebih unggul dibanding shared hosting atau hosting biasa, namun tentu saja keduanya ada kelebihan dan kekurangan masing-masing. Berikut kelebihan serta kekurangan antara shared hosting dan VPS.

Kelebihan Shared Hosting

  • Harganya lebih murah dan terjangkau dibanding VPS.
  • Bisa langsung digunakan sehingga sangat cocok untuk pemula yang baru belajar membuat website.
  • Keamanan, pembaharuan, dan pengelolaan server tidak perlu dipikirkan karena sudah ditangani oleh penyedia layanan hosting.

Kekurangan Shared Hosting

  • Website bisa saja menjadi lambat karena sumber daya digunakan bersama-sama dengan pengguna lain.
  • Terdapat banyak batasan dalam penggunaan fitur server dan sumber daya.
  • Jika ada pengguna yang menyebabkan terjadinya overload atau gangguan, maka pengguna lain juga akan terkena dampaknya karena server digunakan secara bersama-sama.

Kelebihan VPS

  • Performa server lebih baik dan website anda akan lebih cepat karena semua sumber daya digunakan sendiri.
  • Anda mendapatkan akses root sehingga bisa melakukan pengaturan server sesuai keinginan.
  • Bisa memanfaatkan dan menggunakan semua fitur yang terdapat pada server tersebut.

Kekurangan VPS

  • Harganya relatif lebih mahal dibanding shared hosting.
  • Membutuhkan pemahaman lebih dalam tentang server dan sistem operasi Linux karena anda harus melakukan konfigurasi sendiri dari awal.
  • Membutuhkan pengetahuan tentang keamanan server karena anda yang harus mengatur sendiri keamanannya.
Baca Juga : Cara Membuka Situs Web Menggunakan IP Address

Harus Pakai yang Mana, Shared Hosting atau VPS?

Jika anda bingung harus menggunakan yang mana, maka silahkan sesuaikan saja dengan kebutuhan. Pikirkanlah sebesar apa sumber daya yang dibutuhkan oleh website yang ingin anda buat. Selain itu, anda juga harus mempertimbangkan beberapa hal lain, seperti keuangan serta kemampuan anda dalam mengelolah sebuah server.

Jika anda baru membuat sebuah website dan skalanya masih kecil serta trafiknya masih sedikit maka silahkan gunakan saja shared hosting. Pilihan ini berdasar pada kebutuhan website yang trafiknya masih sedikit tentu belum membutuhkan sumber daya terlalu besar.

Selain itu, faktor harga juga menjadi salah satu pertimbangan penting, karena harga shared hosting yang lebih murah. Anda juga tidak perlu repot mengkonfigurasi server karena sudah bisa langsung digunakan. Jadi, meskipun anda belum terlalu paham tentang server, tetap bisa membuat website menjadi online dengan menggunakan shared hosting.

Namun, jika trafik website anda sudah tinggi atau anda berencana untuk membuat sebuah website berskala besar, maka silahkan gunakan VPS. Pilihan ini berdasar pada kebutuhan performa server yang cepat oleh website bertrafik tinggi dan berskala besar.

Tapi, agar bisa menggunakan VPS tentu anda harus sudah mengetahui tata cara melakukan konfigurasi sebuah server Linux. Anda juga harus paham tentang keamanan server karena semua harus diatur sendiri. Selain itu, anda juga harus siap-siap mengeluarkan biaya yang lebih besar karena harga VPS yang relatif lebih mahal.

Penutup

Itulah penjelasan tentang apa saja perbedaan antara shared hosting (hosting biasa) dan VPS. Setelah anda mengetahui perbedaan keduanya, maka tentu sudah dipahami bahwa keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Dengan demikian, silahkan anda memilih mau menggunakan yang mana sesuai dengan kebutuhan.

BERKOMENTAR

Tuliskan komentar anda!
Masukkan nama anda