11 Tips Belanja Online Agar Aman dan Tidak Tertipu

237

Tips belanja online agar tidak tertipu

Saat ini penggunaan internet dalam kehidupan sehari-hari semakin meningkat. Hal ini bisa dibuktikan dengan aktifitas masyarakat yang selalu mengakses internet dalam kesehariannya. Termasuk dalam kegiatan jual beli barang yang biasanya cuma dilakukan dengan datang ke pusat perbelanjaan secara langsung, kini dapat dilakukan secara online.

Berbelanja secara online atau perdagangan elektronik memang sudah menjadi sesuatu yang lazim pada masa sekarang. Hal ini tentu saja karena berbagai kemudahan yang dapat diperoleh, misalnya saja tidak perlu lagi repot keluar rumah. Selain itu, dengan berbelanja online maka anda bisa memilih lebih banyak variasi barang ketimbang saat datang ke pusat perbelanjaan.

Namun, tentu saja tidak semuanya positif atau menguntungkan bagi pengguna yang selalu belanja online, melainkan ada juga sisi negatif yang harus siap ditanggung. Sisi negatif atau hal-hal yang dapat merugikan saat berbelanja online juga beragam, misalnya menjadikan orang malas keluar rumah. Namun, yang paling dikhawatirkan dan sering dikeluhkan adalah terjadinya penipuan saat belanja online. Oleh karena itu, agar anda tidak menjadi korban, maka tips ini dapat diterapkan agar tidak tertipu saat belanja online.

Tips Agar Tidak Tertipu Saat Belanja Online

Kasus penipuan online memang sangat marak terjadi saat ini, dimana pembeli sudah melakukan transfer uang pembelian barang, tetapi barangnya ternyata tidak dikirimkan oleh penjual. Siapa saja sebenarnya bisa menjadi korban. Situs tempat belanja online juga tidak bisa menjamin kepercayaan, entah itu marketplace, sosial media, atau web pribadi pelapak, semua bisa dicurigai sebagai penipu online.

Jika anda hendak mencoba belanja online, sebenarnya tidak usah terlalu takut, karena masih banyak pelapak atau penjual online yang terpercaya. Anda hanya perlu berhati-hati agar tidak bertransaksi dengan pelapak online penipu dan menjadi korban penipuan. Oleh karena itu, anda bisa mencoba beberapa tips berikut ini agar tidak tertipu saat belanja online.

1. Cari Informasi Tentang Penjual Online

Tips pertama yang harus anda lakukan jika hendak belanja online agar tidak tertipu adalah mencari informasi sebanyak-banyaknya tentang penjual yang akan anda beli barangnya. Carilah informasi sebanyak mungkin tentang penjual tersebut hingga anda bisa menyimpulkan bahwa dia bukanlah penipu online. Informasi yang bisa anda cari bisa berupa informasi toko penjual maupun ulasan pembeli sebelumnya.

Jika anda ingin berbelanja online di marketplace, maka pastikan anda memeriksa detail toko yang akan ditempati belanja. Periksalah keberadaan toko secara fisik dengan cara menanyakan alamat dan kontak resmi. Selain itu anda juga perlu memeriksa berapa banyak produk sejenis yang dijual. Hal ini sangat penting karena pelapak online yang benar-benar pedagang pasti memiliki banyak jenis barang yang dijual.

Tidak hanya itu saja, anda wajib memeriksa ulasan yang sudah diberikan oleh pembeli sebelumnya. Jika terdapat ulasan yang menyatakan bahwa penjual tersebut tidak terpercaya, maka silahkan cari penjual online yang lain. Selain itu, anda juga perlu memeriksa kepuasan pelanggan terhadap kualitas barang yang dikirim, jangan sampai barang yang dikirim tidak sesuai dengan gambar dan deskripsi di marketplace.

2. Baca Kebijakan Penjual Online

Tips kedua yang perlu anda lakukan agar tidak tertipu saat belanja online adalah dengan membaca dengan teliti kebijakan dari penjual online. Bagian ini biasanya yang paling sering diabaikan karena sifat malas membaca yang dimiliki calon pembeli. Anda harus memeriksa jangan sampai terdapat kebijakan yang dapat merugikan dikemudian hari.

Yang pertama yang harus diperiksa adalah jangan sampai terdapat kebijakan yang menyebutkan bahwa pihak penjual bisa memberikan data anda kepada pihak lain. Jika terdapat poin kebijakan yang berbunyi seperti itu, sebaiknya anda cari pelapak lain, karena data anda bisa disalahgunakan, dan juga bisa meneror anda.

Anda juga wajib membaca kebijakan pembatalan pesanan dan pengembalian barang jika sudah diterima. Karena, ketika anda berbelanja online maka barang tersebut tidak dilihat secara fisik. Sehingga, bisa saja ketika anda sudah menerimanya justru tidak sesuai dengan yang diinginkan. Artinya anda tidak mungkin menerima dan tetap menyimpan barang tersebut, melainkan harus dikembalikan.

Periksalah apakah boleh melakukan pengembalian barang yang tidak sesuai untuk ditukar dengan barang lain. Atau, jika anda tidak ingin menukarnya, periksa apakah bisa mengajukan pengembalian dana saat barang sudah dikembalikan. Periksa juga siapa yang akan menanggung ongkos pengembalian barang tersebut.

Sekali lagi anda tidak bisa mengabaikan kebijakan pengembalian barang ini, karena tidak bisa dijamin barang yang dipesan selalu sesuai. Jika ternyata penjual tidak mencatumkan kebijakan pengembalian ini, maka silahkan tanyakan melalui chat ataupun kontak.

3. Periksa Riwayat Penipuan Oleh Penjual Online

Tips ketiga yang tidak boleh anda lewatkan agar tidak tertipu saat belanja online adalah memeriksa dan memastikan tidak ada riwayat penipuan yang pernah dilakukan oleh penjual yang akan anda beli barangnya. Pastikan dengan teliti bahwa pelapak tersebut tidak pernah melakukan penipuan sebelumnya.

Biasanya, jika terdapat kasus penipuan maka korban akan membagikannya di sosial media atau forum diskusi. Untuk memeriksa informasi ini, anda bisa memanfaatkan mesin pencari seperti Google atau Bing. Silahkan lakukan pencarian dengan kata kunci “penipuan oleh [nama akun penjual]”. Belum cukup sampai disini, anda juga perlu melakukan pencarian informasi ini di sosial media dan grup diskusi.

Selain melakukan pencarian di Google atau sosial media, anda juga bisa langsung memeriksa rekening penjual di situs pelaporan online. Ada banyak situs pelaporan online yang sering digunakan untuk melaporkan penipu online, salah satunya kredibel.co.id. Pada situs tersebut anda bisa memeriksa nomor rekening yang diberikan oleh penjual. Jika tidak muncul informasi riwayat penipuan, maka bisa dikatakan aman.

4. Belanja pada Penjual Online Terkenal

Tips selanjutnya agar tidak tertipu saat belanja online adalah dengan membeli barang dari penjual yang sudah terkenal. Penjual yang sudah terkenal maksudnya adalah yang sudah memiliki banyak pelanggan dan sudah sering ditempati belanja online. Penjual yang memiliki kualitas barang bagus dan terpercaya pasti akan direkomendasikan oleh banyak orang dan menjadi terkenal. Oleh karena itu, terlebih dahulu anda bisa mencari ulasan seberapa banyak direkomendasikan penjual tersebut di sosial media.

Belanja di penjual terpercaya agar tidak menjadi korban penipuan online

Jika terdapat barang yang hendak anda beli secara online, maka periksa ketersediaan barang di akun penjual yang terkenal dan direkomendasikan oleh teman atau orang lain. Tapi, jika ternyata barang yang anda cari tidak tersedia di penjual terkenal tersebut, barulah mencari penjual online yang lain.

5. Jangan Gunakan Informasi Akun Penting Saat Mendaftar

Jika anda harus mendaftar sebagai pembeli dengan cara registrasi di situs penjual, maka tips selanjutnya agar tidak tertipu saat belanja online adalah tidak menggunakan informasi dari akun penting. Akun penting yang dimaksud disini adalah email, akun sosial media, akun rekening, dll yang bersifat personal.

Jika anda harus registrasi menggunakan email atau nomor HP, maka sebaiknya jangan gunakan email atau nomor HP yang sering digunakan atau tertaut dengan akun penting yang lain. Jika terpaksa, saat anda membuat password, jangan gunakan password yang sama dengan email, akun sosial media, akun rekening, dan akun penting lainnya. Hal ini tentu saja untuk menghindari penjual tersebut mengakses akun-akun penting anda.

Selain itu, jangan pernah berikan informasi yang sebenarnya tidak dibutuhkan. Pada umumnya, pelapak online hanya membutuhkan beberapa informasi dasar dari pembelinya. Misalnya, email atau nomor HP yang dibutuhkan agar penjual dapat menghubungi anda terkait barang yang dipesan. Alamat rumah agar dapat digunakan oleh penjual sebagai tujuan pengiriman barang yang anda pesan. Informasi selain itu tidaklah terlalu dibutuhkan, jadi jika diminta terlal banyak informasi personal, maka anda perlu curiga dan jangan langsung diberikan.

6. Jangan Tergoda Barang Murah

Tips keenam agar anda tidak menjadi korban penipuan saat berbelanja online adalah jangan mudah tergiur dengan harga barang yang sangat murah. Umumnya, calon pembeli akan mencari barang terbaik yang memiliki harga termurah. Hal inilah yang paling sering dimanfaatkan oleh penipu online.

Penipu online akan mengincar orang-orang yang mencari banyak dengan harga tidak rasional tersebut. Penipu online akan mencari target dengan memasang harga yang sangat murah dan tidak rasional. Oleh karena itu, anda tidak boleh percaya begitu saja dengan harga yang menggiurkan. Apapun alasannya, entah itu murah karena promo sekali seumur hidup, promo cuci gudang, barang black market, dan alasan lainnya.

tips belanja online agar tidak tertipu : Jangan tergiur harga murah

Mencari barang yang memiliki harga murah sebenarnya tidaklah salah, namun harga tersebut tetap harus rasional. Oleh karena itu, penting untuk membandingkan harga setiap penjual. Jika terdapat harga yang terlalu murah dari biasanya, maka sebaiknya dihindari. Misalnya, anda hendak membeli HP dengan harga normal 3 juta, tetapi ada yang menawarkan 1 juta, maka sangat besar kemungkinan bahwa ini merupakan penipuan.

Kalaupun penjual harga murah tersebut mengirim barang yang anda pesan, maka tetap saja tidak akan sesuai dengan yang diharapkan. Kemungkinan besar, barang yang anda terima tidak sesuai dengan deskripsi di situs penjual. Bisa saja barang tersebut barang palsu (KW) atau barang bekas. Jadi, pada intinya belilah barang yang harganya masuk akal dan tidak jauh beda dengan penjual online yang lain.

7. Periksa Detail dan Deskripsi Barang

Tips ketujuh agar anda tidak tertipu saat belanja online adalah dengan memeriksa detail dan deskripsi setiap barang yang akan dipesan. Sangat penting untuk memeriksa detail dan deskripsi barang, apakah sudah sesuai dengan yang anda inginkan atau belum.

Memeriksa detail dan deskripsi barang sangat penting agar anda tidak salah pesan. Jangan sampai anda membeli barang yang tidak sesuai hanya karena kurang teliti. Meskipun, anda dapat mengembalikan barang tersebut, tetapi umumnya ongkos pengembalian ditanggung pembeli. Bagian terburuknya jika penjual tidak menerima pengembalian barang karena faktor ketidaktelitian anda sendiri.

8. Periksa Harga Total Pesanan

Tips kedelapan yang perlu anda terapkan saat berbelanja online agar tidak menjadi korban penipuan adalah memeriksa total harga pesanan. Terlebih lagi jika anda membeli banyak barang, jangan buru-buru melakukan pembayaran.

Pastikan anda menghitung ulang total harga pesanan berdasarkan harga satuan barang. Periksa juga ongkos kirim dari barang pesanan anda, apakah sudah sesuai atau belum. Kemudian, periksa jika terdapat promo atau diskon, apakah promo atau diskon tersebut sudah diterapkan dan total harga pesanan sudah berkurang.

9. Pertimbangkan Metode Pembayaran

Tips kesembilan agar anda tidak tertipu saat belanja online adalah dengan mengusahakan metode pembayaran yang menguntungkan. Pada umumnya, jika anda berbelanja online, maka anda harus transfer pembayaran terlebih dahulu kemudian barang akan dikirim. Namun, tidak jarang juga terdapat opsi COD (Cash on Delivery) atau bayar di tempat.

Gunakan metode pembayaran COD agar aman

Jika terdapat opsi COD ini, maka sangat disarankan untuk menggunakan metode ini, ketimbang melakukan transfer pembayaran lebih dulu. Atau, jika penjual barang tersebut masih satu kota dengan anda, maka sebaiknya bertemu secara langsung atau anda datang langsung ke tokonya. Keuntungannya adalah anda tidak tertipu karena pembayaran dilakukan setelah barang diterima. Namun, jika opsi COD tidak tersedia maka silahkan lakukan pembayaran transfer, selama poin-poin diatas sudah terpenuhi.

10. Gunakan Pembayaran Pihak Ketiga (Rekening Bersama)

Tips selanjutnya agar anda tidak menjadi penipuan online adalah dengan menggunakan jasa pembayaran pihak ketiga atau sering juga disebut rekening bersama (rekber). Rekber atau rekening bersama adalah metode pembayaran dengan melibatkan pihak ketiga yang dipercayai oleh pihak penjual dan pembeli. Namun, cara ini sebenarnya cuma diperlukan jika anda berbelanja di sosial media, dan bukan dari marketplace terpercaya.

Secara ringkas, cara kerja rekber adalah uang pembeli akan dikirim terlebih dahulu kepada pihak penyedia jasa rekber ini, kemudian penjual mengirim barang kepada pembeli. Jika barang sudah diterima oleh pembeli, maka pembeli akan konfirmasi kepada penyedia jasa rekber agar dana pembayaran dikirimkan kepada penjual.

Ada banyak penyedia jasa rekber diluar sana yang dapat membantu anda untuk mengamankan transaksi online. Anda dapat mencarinya di sosial media dengan meminta rekomendasi dari orang-orang yang dipercaya. Biasanya akan diberikan biaya tambahan jika anda menggunakan jasa rekber ini, tapi tidaklah seberapa dibanding keamanan transaksi online anda.

Atau, jika anda tidak ingin repot mencari penyedia jasa rekber maka silahkan minta penjual untuk memasang barang jualannya di marketplace terpercaya. Setelah dipasang di marketplace, kemudian anda bisa membelinya dari marketplace tersebut.

11. Simpan Bukti Transaksi

Tips terakhir agar anda tidak menjadi korban penipuan online adalah dengan selalu menyimpan setiap bukti transaksi saat berbelanja online. Bukti ini bisa berupa email pembayaran, screenshoot halaman checkout, screenshoot chat pembayaran, dan bukti lainnya.

Bukti ini sangat penting sebagai pegangan jika nantinya penjual mangkir bahwa anda sudah melakukan pembayaran. Selain itu, jika ternyata penjual tidak kunjung mengirim barang, maka anda bisa melapor ke polisi dengan membawa bukti transaksi ini.

Itulah beberapa tips yang dapat anda terapkan agar tidak tertipu saat belanja secara online. Seperti dikatakan sebelumnya, belanja online tidak dapat dihindari karena memang sudah jamannya. Penipuan juga tidak dapat dihindari karena siapa saja bisa berniat jahat. Yang dapat anda lakukan adalah berhati-hati saat belanja online dengan mencoba menerapkan tips-tips diatas.

Tips diatas adalah untuk anda yang ingin berbelanja online dan belum menjadi korban penipuan online. Tapi, jika anda sudah mengalami dan menjadi korban penipuan online, maka ini bisa dijadikan sebagai kiat agar tidak terulang lagi. Selain itu, anda perlu melakukan tindakan untuk menangani penipuan online tersebut. Tujuannya tentu saja agar tidak muncul lebih banyak korban dan penipuan online bisa diberantas.

ARTIKEL TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here