4 Tips dan Cara Mengamankan Akun WA dari Hacker

2
270

cara mengamankan wa dari hacker

Pembajakan atau hacking akun WhatsApp memang sangat marak terjadi dan menimpa berbagai kalangan. Umumnya para pelaku pembajakan mengambil alih akun WA seseorang agar bisa menggunakannya untuk melakukan penipuan. Jika anda tidak ingin menjadi salah satu korban pembajakan tersebut, maka berikut beberapa tips cara mengamankan akun WA dari hacker agar tidak bisa diambil alih.

Akun WhatsApp memang menjadi sasaran empuk pelaku kejahatan yang ingin melakukan penipuan. Pasalnya WhatsApp kini sudah menjadi salah satu aplikasi yang paling banyak digunakan untuk berkomunikasi, baik itu untuk urusan bisnis ataupun pribadi.

Jika pelaku sudah mengambil alih akun WA seseorang, maka bisa dengan mudah menghubungi teman korban yang ada di kontak atau riwayat chat. Biasanya pelaku akan mengirimkan chat WA untuk meminjam uang, dengan modus kondisi darurat jadi harus segera ditransferkan. Pelaku juga akan berjanji mengganti uang tersebut secepatnya. Jika permintaan penipu dipenuhi, maka korban yang akunnya dihack akan merugi akibat diminta untuk membayar, karena disangka dia yang chat untuk meminjam uang.

Jadi, akan sangat berbahaya jika sampai akun WhatsApp anda dibajak atau diambil alih. Pelaku sebenarnya tidak perlu memiliki kemampuan tinggi dalam bidang IT untuk bisa membajak akun WA seseorang. Karena yang diperlukan hanyalah kode One Time Password (OTP) yang masuk via SMS ke nomor WhatsApp yang terdaftar.

Jika pelaku bisa mendapatkan kode OTP tersebut, maka akun WhatsApp sudah bisa langsung diambil alih. Jadi, agar akun anda tidak bisa dibajak maka berikut beberapa tips mengamankan akun WA dari serangan hacker.

Bagaimana Cara Mengamankan Akun WA Agar Tidak Dibajak?

Seperti yang dikatakan sebelumnya, bahwa siapa saja bisa mengambil alih akun WA anda, tidak mesti orang yang memiliki kemampuan hacking tinggi. Jadi, agar akun WhatsApp anda tidak dibajak dan diambil alih orang lain, maka pastikan untuk melakukan pengamanan. Berikut beberapa langkah pengamanan yang harus anda lakukan jika ingin akun WA aman dari serangan hacker dan pembajakan.

1. Gunakan Nomor HP yang Masih Aktif pada Akun WhatsApp

Tips pertama yang harus anda lakukan untuk mengamankan akun WhatsApp adalah menggunakan nomor HP yang masih aktif pada akun WA. Jangan sampai anda menggunakan nomor WA yang masa aktifnya sudah habis atau kartunya sudah dibuang.

Seringkali karena sudah tidak pernah menelfon atau SMS, nomor yang terdaftar pada akun WA tersebut menjadi kadaluarsa tanpa disadari. Jadi, pastikan anda selalu mengisi pulsa nomor akun WhatsApp agar terus aktif dan tidak kadaluarsa.

Pastikan nomor WA masih aktif

Anda juga tidak boleh membuang kartu SIM dari nomor yang terdaftar pada akun WhatsApp. Jadi, sebaiknya anda menggunakan nomor kartu yang permanen pada akun WA, bukan nomor kartu data yang sering anda gonta-ganti.

Baca Juga :
Cara Mengaktifkan Verifikasi 2 Langkah Akun WA Agar Aman

Kenapa harus menggunakan nomor HP yang masih aktif pada akun WhatsApp?. Jika anda menggunakan nomor yang sudah tidak aktif atau sudah hilang, maka ada kemungkinan nomor tersebut ditemukan atau diaktifkan kembali oleh orang lain.

Jika demikian, maka orang yang menemukannya nanti bisa masuk ke akun WA anda menggunakan kode OTP. Hal ini karena nomor tersebut sudah menjadi miliknya dan kode OTP akan masuk ke Ponselnya.

Kalau ini terjadi, maka orang yang menemukan atau mengaktifkan kembali nomor anda bisa menggunakan akun WA anda untuk kejahatan. Jadi, jika nomor anda memang sudah tidak aktif atau hilang, maka secepatnya mengganti nomor akun WA anda. Hal ini sangat penting agar teman-teman WhatsApp anda juga tahu bahwa anda sudah mengganti nomor WA.

2. Jangan Berikan Kode OTP WhatsApp Kepada Siapapun

Saat anda ingin login ke akun WhatsApp, maka akan masuk 6 digit kode via SMS ke nomor HP yang terdaftar ke akun WA tersebut. Hal ini juga akan berlaku jika ada orang lain yang sedang mencoba masuk ke akun WhatsApp anda.

Anda juga akan menerima kode OTP lewat SMS jika ada orang lain yang mencoba login ke akun WhatsApp anda. Anda tidak boleh memberikan kode OTP tersebut kepada siapapun, baik mengirimkannya via chat ataupun screenshot.

Saat ada orang lain yang mencoba masuk ke akun anda, maka akan muncul peringatan di aplikasi WhatsApp anda. Peringatan tersebut akan berisi informasi bahwa Kode Pendaftaran WhatsApp Diminta.

Peringatan jika anda yang mencoba masuk ke akun WA anda

Jika muncul peringatan seperti ini dan bukan anda sendiri yang ingin masuk dari HP lain, maka jangan pernah berikan kode OTP yang masuk kepada siapapun. Sekalipun tidak muncul peringatan seperti itu, tetap saja anda tidak boleh memberikan kode OTP WhatsApp kepada siapapun.

Pada SMS kode OTP WhatsApp juga sudah ada peringatan “Jangan bagikan kode ini dengan orang lain”. Jadi, seharusnya anda tidak pernah membagikan kode tersebut kepada orang lain.

Jangan pernah berikan kode OTP kepada siapapun untuk mengamakan akun WA dari hacker

Tapi, meskipun sudah tidak ingin membagikan kode tersebut, pelaku biasanya akan menggunakan berbagai cara atau modus untuk mengecoh anda sehingga tanpa sadar memberikan kode OTP. Modus yang banyak digunakan adalah kode OTP dikirim dalam bentuk bahasa berbeda, bukan bahasa Indonesia ataupun Inggris.

Misalnya saja pelaku membuat kode OTP WhatsApp terkirim dalam bahasa Thailand atau negara lainnya. Karena tidak bisa membaca SMS yang masuk dalam bahasa yang tidak dipahami, maka anda mungkin tidak akan menyadari bahwa SMS tersebut berisi kode OTP.

Selanjutnya, pelaku akan menghubungi anda dengan mengaku sebagai pegawai Indomaret / Alfamart, Bank, atau instansi lainnya agar anda lebih yakin. Pelaku biasanya akan memberitahukan bahwa telah terjadi salah kirim voucher Game, Listrik, Pulsa, atau yang lainnya ke akun anda.

Baca Juga :
Cara Download dan Install WhatsApp Desktop di Windows 10 Terbaru

Setelah itu, pelaku akan meminta agar anda mengembalikan voucher yang salah kirim tersebut dengan meminta kode yang terdapat pada SMS berbahasa asing yang masuk. Pelaku akan meminta anda untuk mengirimkan kode angka yang terdapat pada SMS yang tidak bisa anda baca tersebut, atau meminta anda melakukan screenshot kemudian mengirimkannya.

Jika anda mengalami hal ini, maka jangan pernah mengirimkan kode tersebut, baik dalam bentuk teks ataupun screenshot. Karena itu bukanlah kode voucher, tetapi kode OTP WhatsApp yang bisa digunakan untuk mengambil alih akun anda. Lagipula, jika memang ada kode voucher yang salah kirim dan terlanjur masuk ke akun anda, tidak akan bisa dikembalikan menggunakan kode apapun.

Perlu anda ketahui bahwa meskipun SMS yang masuk menggunakan bahasa yang tidak bisa anda baca, sangat mudah untuk mengenali bahwa itu adalah kode OTP WhatsApp. Silahkan anda perhatikan pengirimnya yang adalah “WhatsApp”, dan pada isi SMS tersebut akan terdapat 6 digit kode angka. Jika anda melihat kedua ciri tersebut, maka sudah jelas bahwa itu adalah kode OTP WhatsApp yang tidak boleh dibagikan kepada siapapun.

Ciri-ciri sms kode OTP WhatsApp

Sekali lagi, jangan memberikan kode OTP WhatsApp kepada siapapun, apapun alasannya. Selain menggunakan SMS, mendapatkan kode OTP WhatsApp juga bisa via Telfon. Jadi, jika anda menerima telfon yang memberikan 6 digit kode, maka bisa dipastikan ada yang sedang berusaha mengambil alih akun WA anda. Jangan berikan 6 digit kode tersebut jika ada yang menghubungi anda dan memintanya.

3. Jangan Pinjamkan HP Kepada Orang yang Tidak Dikenal

Salah satu langkah penting untuk mengamankan akun WA dari hacker adalah untuk tidak meminjamkan HP kepada orang lain yang tidak anda kenal. Kalaupun ada orang yang kelihatannya sedang mengalami hal darurat dan anda kasihan sehingga meminjamkan HP, pastikan mengawasinya. Pastikan anda melihat semua apa saja yang dilakukan pada HP anda.

Banyak hal yang bisa dilakukan oleh siapa saja yang meminjam HP anda. Salah satunya adalah menginstall aplikasi SMS Forwarder dan memasukkan perintah untuk meneruskan semua pesan ke nomor pelaku.

Sms Forwarder bisa mengekspos kode OTP WA

Jika sudah terjadi demikian, maka saat ada kode OTP WhatsApp yang masuk ke SMS anda, secara otomatis akan diteruskan ke nomor pelaku yang sebelumnya meminjam HP anda. Dengan demikian, kode OTP SMS anda akan diketahui dan bisa digunakan untuk masuk dan mengambil alih akun WhatsApp anda.

Tidak hanya SMS Forwarder, masih banyak kemungkinan aplikasi jahat lainnya yang bisa saja dipasang pada HP anda saat dipinjam. Jadi, pastikan anda tidak meminjamkan HP kepada sembarang orang. Kalaupun harus meminjamkan HP anda karena keadaan darurat, pastikan anda mengawasinya dan melihat semua yang dilakukan pada HP anda. Anda juga bisa memasang sidik jari pada aplikasi WA agar orang lain tidak bisa membukanya.

Baca Juga :
2 Cara Menggunakan Dua Akun WA dalam Satu HP Android

4. Aktifkan Verifikasi 2 Langkah pada Akun WhatsApp

Langkah yang sangat penting dan wajib anda lakukan untuk mengamankan akun WA dari hacker agar tidak dibajak adalah mengaktifkan fitur Verifikasi 2 Langkah. Fitur ini akan memberikan keamanan berlapis pada akun WA anda sehingga menjadi semakin sulit diambil alih.

Jika ternyata pelaku yang ingin mengambil alih akun WA berhasil mengecoh anda dan mendapatkan kode OTP, tetap tidak akan bisa masuk ke akun WA anda jika verifikasi dua langkah aktif. Pelaku harus mengetahui PIN yang sudah anda buat saat mengaktifkan verifikasi dua langkah.

Cara mengamankan akun WhatsApp agar tidak dibajak dengan verifikasi 2 langkah

Jadi, pastikan untuk mengaktifkan verifikasi dua langkah di akun WhatsApp anda. Gunakan PIN yang mudah diingat dan tidak bisa ditebak oleh orang lain. Jangan gunakan PIN yang terdiri dari tanggal lahir atau angka lainnya yang bisa didapatkan orang lain.

Banyak juga yang salah faham dan mengatakan bahwa PIN yang dimasukkan saat mengaktifkan Two step verification harus sama dengan kode OTP. Justru, anda tidak boleh memasukkan kode PIN yang sama dengan kode OTP. Hal ini karena kode OTP tersebut bisa saja bocor dan dilihat orang lain.

Sekali lagi, pastikan anda mengaktifkan fitur verifikasi 2 langkah pada akun WhatsApp, agar akun anda memiliki keamanan berlapis. Dan ingat, jangan pernah berikan PIN verifikasi 2 langkah akun WA anda kepada siapapun, apapun alasannya.

Lagipula, tidak ada alasan orang lain untuk meminta PIN WhatsApp anda. Berbeda dengan kode OTP yang masuk lewat SMS sehingga orang bisa terkecoh, sementara PIN verifikasi 2 langkah hanya tersimpan di Kepala anda.

Penutup

Itulah beberapa tips dan cara untuk mengamankan akun WA anda agar terhindar dari orang jahat atau hacker yang ingin membajak dan mengambil alih akun anda. Alangkah lebih baik jika anda berhati-hati sebelum menjadi korban, karena akan sangat merugikan jika akun WhatsApp anda sampai diambil alih orang jahat.

Pastikan anda melakukan semua tips di atas, bukan salah satu atau beberapa saja. Karena semua tips di atas saling berhubungan untuk membuat akun WhatsApp anda menjadi lebih aman.

Selain itu, ada banyak modus kejahatan yang bisa digunakan untuk membajak akun WhatsApp anda. Jadi, jika anda mengetahui modus-modus pembajakan akun WhatsApp yang lainnya, maka silahkan tuliskan pada komentar. Hal ini bertujuan agar tidak ada lagi yang menjadi korban pembajakan akun WhatsApp.

2 KOMENTAR

BERKOMENTAR

Tuliskan komentar anda!
Masukkan nama anda